Makanan Unik Korea Selatan

3 Makanan Unik Korea Selatan Anti Mainstream pake Banget

Annyeong haseyoo, haloo chingu. Kali ini mari kita bahas tentang kuliner Korea Selatan. Setiap negara pasti memiliki makanan yang unik. Kalau di Indonesia ada botok, kerak telor, dan lain-lain. Nah, Korea Selatan juga pasti memiliki makanan yang unik dan (mungkin) menggugah selera saat memakannya. Well, kali ini kami ingin membahas tentang makanan unik Korea Selatan yang anti mainstream banget, pake banget loh chingu~

Chingu mungkin sudah tahu ya beberapa makanan unik dan terkenal dari Korea Selatan seperti kimchi, bibimbap, jajangmyeon, atau bulgogi. Tapi kami ingin membahas makanan unik Korea Selatan yang tidak ada di negara manapun. Jadi daftar makanan terkenal tidak kami masukkan ya chingu. Kalau begitu langsung saja deh menuju pembahasan utama, gaja~

 

1. Beondegi – Cemilan Larva Ulat Sutra

Yuhuuu, mari kita membahas makanan unik Korea Selatan pertama yaitu Beondegi. Mungkin setelah melihat judul di atas chingu pasti sudah ill-feel duluan yak hehehe. Benar banget, Beondegi merupakan makanan dengan bahan utama larva ulat sutra. Yaiks, larva ulat sutra dimakan? Bagaimana tuh rasanya? A little disgusting maybe~

Setelah kami mewawancarai warga Korea, sebenarnya makanan ini memiliki cita rasa unik dan nagih. Namun kebanyakan turis asing ogah-ogahan makan Beondegi karena jijik duluan. Tapi mereka mengakui bahwa snack ini tidak dijual di negara manapun kecuali Korea Selatan loh chingu. Well, biar semakin kenal, akan kami jelaskan sedikit tentang Beondegi, makanan berbahan utama larva ulat sutra~

Beondegi (번데기) adalah makanan khas Korea banget loh chingu. Beondegi berasal dari kata pupa yang artinya adalah larva ulat sutra. Chingu bisa menemukan makanan ini di pasar atau pinggir jalan Korea Selatan. Berdasarkan testimoni warga Korea Selatan yang telah kami wawancarai, rasa dari Beondegi ini terbilang tidak buruk loh chingu. Kata mereka, tekstur luar makanan ini renyah, namun lembut di dalam. Aromanya juga unik dan tiada duanya.

Well, meskipun kelihatannya sedikit disgusting (atau sangat disgusting? Kekeke) tapi Beondegi mengandung protein yang cukup tinggi loh chingu. Jaman dahulu, tentara Korea Selatan memakan Beondegi sebagai penambah protein. Sehingga jika chingu tahan makan makanan unik dan anti mainstream, maka Beondegi adalah pilihan yang tepat buat chingu.

Oh iya chingu, biasanya orang Korea memakan Beondegi sambil minum soju, jadi peneman minum soju gitu deh. Lalu Beondegi memiliki aroma yang unik dan sangat menusuk hingga 10 meter loh chingu. Mau tahu aromanya bagaimana? Kata orang Korea sih ajaib, kalau tidak terbiasa bisa bikin mual kekeke. Mau tahu cara buatnya? Tidak usah repot-repot buat deh chingu, yang kalengan tinggal makan aja ada kok. Atau kalau mau bervariasi bisa di rebus atau di goreng hehe~

 

2. Sannakji – Makanan Berbahan Gurita Hidup

Nah, sekarang kita beralih ke makanan unik Korea Selatan kedua yaitu Sannakji. Kalau sebelumnya kita sudah membahas tentang cemilan larva, kali ini kami akan memasukkan makanan berbahan gurita hidup ke dalam daftar makanan unik Korea Selatan anti mainstream hehehe. Apakah di negara lain ada makanan yang seperti ini? Sepertinya tidak ada yak~

Menurut testimoni orang Korea yang kami wawancara, Sannakji itu memiliki cita rasa yang khas. Dan tidak sembarang gurita yang di masak, tapi bayi gurita. Lalu kata mereka, jika tidak berhati-hati bakal tersedak dan membahayakan nyawa. Well, biar semakin jelas, akan kami jelaskan sedikit apa sih Sannakji itu~

San-nakji (산낙지) adalah makanan mentah terbuat dari tentakel bayi gurita. Terdapat 2 cara penyajian yaitu bayi gurita hidup tanpa dipotong dan gurita hidup yang dipotong (disajikan tentakel saja). Meskipun chingu memilih penyajian yang hanya tentakelnya saja, tetap terjadi gerakan otot di tentakel dan terlihat seperti hidup. Kedua sajian tersebut memiliki tingkat bahaya yang cukup tinggi saat memakannya. Jika tidak hati-hati, bisa tersedak dan meninggal.

Jadi cara memakannya adalah potong kecil-kecil dan kunyah hingga lembut, baru di telan. Sannakji terkenal sebagai makanan penambah energi dan cocok dimakan saat sedang lesu dan tidak enak badan. Biasanya makanan ini ditambahkan minyak wijen dan biji wijen plus sayur mayur seperti selada. Untuk mengurangi rasa penasaran chingu, akan kami beritahu cara membuat Sannakji versi di potong~

Bahan:

  • Satu bayi gurita hidup
  • 1 sendok teh minyak wijen
  • 1 sendok teh biji wijen
  • Sayur mayur favorit (biasanya selada)

Cara Membuat:

  1. Peras gurita hidup secara lembut dan berulang-kali dari atas ke bawah (kira-kira 5-10 kali) untuk menghilangkan lendir gurita. Karena lendir dapat mengurangi cita rasa dan tidak begitu bermanfaat untuk tubuh.
  2. Pisahkan kepala gurita dari tentakel lalu ambil bagian tentakelnya saja.
  3. Potong-potong tentakel menjadi potongan kecil lalu masukkan ke dalam piring/mangkuk.
  4. Campur tentakel dengan minyak dan biji wijen.
  5. Makan bersama sayuran favorit chingu. Harap berhati-hati saat memakan agar tidak tersedak dan membahayakan nyawa.

Super menarik dan menantang ya chingu makanan unik Korea Selatan yang satu ini. Kami tekankan sekali lagi, jika chingu ingin mencoba makanan ini, harap berhati-hati agar tidak tersedak ya chingu. Melihat bahwa Sannakji memiliki banyak manfaat dan ada penyajian yang tidak dimakan hidup-hidup, maka tidak ada salahnya dicoba~

 

3. Hobakjuk – Bubur Labu Kuning yang Menggugah Selera

Well, setelah menikmati daftar makanan unik Korea Selatan yang ajaib, kali ini kami ingin membahas makanan yang lebih normal hehe. Siapa yang pernah mencicipi makanan unik Korea Selatan ketiga yaitu Hobakjuk? Mungkin chingu yang doyan makanan Korea dan senang berkunjung ke Korea pasti tahu makanan ini deh~

Hobakjuk cukup terkenal loh di kalangan pecinta kuliner Korea. Karena makanan ini sangat populer di musim gugur. Namun karena bubur labu kuning masih termasuk unik dan kami yakin ada chingu yang tidak tahu sama Hobakjuk. Jadi kami masukkan deh ke daftar ketiga makanan unik Korea Selatan deh~

Hobak-juk (호박죽) berasal dari kata hobak (labu) dan juk (bubur). Jadi hobakjuk merupakan bubur yang terbuat dari bahan utama labu kuning dan tepung ketan. Sepertinya di Indonesia ada makanan yang mirip dengan makanan ini ya chingu seperti sayur pucuk labu kuning, kolak labu kuning, puding labu kuning, dan lain-lain. Namun kami yakin tidak ada yang sama persis seperti hobakjuk deh chingu~

bentuk tampilan hobakjuk seperti bubur sumsum atau bubur nasi. Soalnya tekstur makanan ini menyerupai bubur dengan bahan utama labu kuning. Makanan ini sering disantap saat musim gugur di Korea. Teksturnya yang lembut persis seperti bubur dengan cita rasa yang renyah dan hangat membuat badan menjadi segar dan hangat.

Selain itu, hobakjuk bukan jenis makanan berat, namun lebih ke makanan ringan dan cocok jadi cemilan saat cuaca lagi dingin. Kalau di Indonesia mungkin cocok di cemil waktu hujan yak, pengganti kopi gituh hehe. Tertarik mau bikin? Coba cek cara membuatnya di bawah ini deh~

Bahan:

  • 1 danhobak (kabocha) atau labu kuning dengan berat sekitar 900 gram
  • 1/2 cankir tepung ketan, rendam dalam air sekitar 1 jam
  • 1/2 sendok teh garam
  • 2 sendok gula merah
  • 1/4 cangkir kacang merah, rendam dan rebus (optional)

Cara Membuat:

  1. Potong labu hingga setengah atau seperempat. Hilangkan bijinya lalu taruh dalam mangkuk besar. Tambahkan air sekitar 6 cangkir. Rebus dan tutup dengan panas medium hingga tekstur menjadi lembut (sekitar 25-30 menit). Pisahkan air dan olahan labu kuning menggunakan saringan.
  2. Ketika olahan labu mulai mendingin, ambil daging dari kulitnya. Lembutkan daging menggunakan sendok untuk mendapatkan tekstur yang bervariasi. Chingu juga bisa melembutkan pakai blender, tapi teksturnya jadi membosankan.
  3. Setelah melembutkan labu, lembutkan tepung ketan dalam blender. Campurkan tepung ketan dengan air 1 cup dan blender hingga lembut.
  4. Untuk finishing, campurkan olahan labu, tepung ketan, garam, gula merah, dan kacang merah (optional) ke dalam rebusan air (sekitar 3 cup) yang telah mendidih. Namun ada peraturannya. Pertama masukkan olahan tepung ketan ke dalam pot (panci kecil), tambahkan air 3 cup, lalu selanjutnya labu, garam, gula merah, dan kacang merah. Aduk secara memutar dan gentle (lembut) sekitar 25 menit. Chingu bisa mengatur rasa dengan menambah air.

Well, sekian dulu deh pembahasan kali ini. Kalau chingu wisata ke Korea Selatan, tidak ada salahnya ya mencoba daftar makanan di atas. Anti mainstream dan instagramable banget sepertinya hehehe. Kalau chingu punya daftar makanan unik Korea Selatan lainnya silahkan beritahu kami di kolom komentar atau forum halooKorea. Then, kami pamit dulu~

 

Written by halookorea.com

 

No votes yet.
Please wait...
0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*




©2018 halooKorea All Rights Reserved

error: Content is protected !!

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account